Keriteria Stream cipher

Sebelum kita membuat sebuah algoritma stream yang baik maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang menjadi dasar pijakan. Hal ini bertujuan agar algoritma yang kita buat memenuhi kriteria cipher yang baik dan tahan terhadap attack yang ada.

1] Secara cryptographically secure

Algoritma stream cipher yang baik secara kriptografis harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut :

  • Algoritma stream cipher harus memiliki output kunci dengan periode maksimum.

Output key stream dengan periode yang tidak maksimum akan mengurangi kekuatan dari kompleksitas algoritma stream cipher, juga membuat kunci dapat berulang. Oleh karena itu periode yang maksimum diperlukan untuk menjamin bahwa algoritma stream cipher itu memiliki panjang kunci yang tidak mengulang.

  • Algoritma stream cipher harus memiliki linier complexity yang maksimum.

Kompleksitas linier yang dimiliki algoritma stream cipher juga harus maksimum untuk menjamin bahwa algoritma stream cipher tersebut sulit untuk dilakukan kriptanalisis.

  • Tahan terhadap berbagai serangan(attack) yang ada.

Algoritma stream cipher yang baik adalah sulit untuk dilakukan kriptanalisis. Saat ini telah banyak attack yang dapat diterapkan pada algoritma stream cipher. Algoritma stream cipher yang baik harus dapat mengatasi macam serangan seperti :

1. Algebraic attack

2. Correlation attack

3. Side-channel attack, dll

2] Secara statistically secure

Algoritma stream cipher dikatakan baik secara statistic jika output key stream yang dihasilkan dari algoritma stream cipher dapat memenuhi property keacakan hingga mendekati truly random. Untuk mengetahui tingkat keacakannya dilakukan dengan cara uji statistic. Output key stream yang baik harus lulus uji ststistik. Berikut ini adalah alat-alat untuk menguji keacakan statistic output key stream :

* FIPS 140.1

* FIPS 140.2

* NIST SP 800.22.V1.8 (last version)

* Die Hard Test

3] Secara Computionally Secure :

Algoritma stream cipher harus sulit dipecahkan secara komputasi. Artinya dengan menggunakan sumberdaya komputasi yang ada sekarang ini. Akan sulit bagi kitauntuk merecover kunci atau pesan, kalaupun bias didapatkan, maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga kunci/pesan tersebut sudah tidak diperlukan lagi.

4] Secara performa algoritma

Algoritma stream cipher harus mudah untuk diimplementasikan kedalam software maupun hardware. Memiliki jumlah memory minimum dan memiliki kecepatan yang maksimum. Sehingga menjadikannya efisien untuk diimplementasikan. Selain itu algoritma stream cipher juga harus dapat dengan mudah diimplementasikan kedalam bahasa pemrogaman yang berbeda.

5] Secara aplikasi

Algoritma stream cipher harus dapat diaplikasikan secara real time. Tidak miliki error-propagation dan dapat melakukan sinkronisasi sendiri jika terjadi kesalahan.

Algoritma Enkripsi dan Dekripsi RC 6

 

Algoritma Enkripsi dan Dekripsi RC 6

 

Algoritma RC6 seperti juga RC5 merupakan algoritma cipher yang terparameterisasi. RC6 secara tepat ditulis sebagai:

 

RC6 – w / r / b

 

Nilai parameter w, r, dan b menyatakan hal yang sama seperti yang ditunjukkan dalam algoritma RC5. Algoritma RC6 yang dipakai sebagai kandidat AES adalah RC6-32/20/b,(w)yang berarti ukuran word 32 bit,(r) jumlah ronde 20 kali, dengan panjang kunci b ditentukan pengguna.

Read more »

Pertanyaan yang menghancurkan Teori Evolusi

BAGAIMANA DNA BERASAL MULA?Pertanyaan bagaimana molekul yang dirancang secara luar biasa seperti DNA berasal mula adalah salah satu dari ribuan jalan buntu yang dihadapi evolusionis. Karena berusaha keras menjelaskan kehidupan melalui “peristiwa kebetulan”, teori evolusi tidak pernah dapat menjelaskan sumber dari informasi luar biasa yang begitu sempurna dan cermat dikodekan di dalam DNA.Lebih jauh lagi, pertanyaannya tidak hanya bagaimana rantai DNA bermula. Keberadaan dari rantai DNA itu sendiri, dengan kapasitas informasi yang luar biasa yang dimilikinya, tidak ada artinya jika sendirian. Agar dapat merujuk kepada kehidupan, enzim-enzim yang membaca rantai DNA ini, mengopi mereka dan memproduksi protein, juga harus ada. (Enzim adalah molekul raksasa yang mempunyai fungsi-fungsi tertentu dalam sel yang mereka lakukan dengan kepresisian sebuah robot.)Gampangnya, agar dapat berbicara tentang kehidupan, baik bank data yang kita sebut DNA, maupun mesin untuk melakukan produksi dengan membaca data pada bank harus ada secara bersamaan.Yang mengejutkan, enzim itu sendiri, yang membaca DNA dan melaksanakan produksi sesuai dengan itu, diproduksi sesuai dengan kode di dalam DNA. Artinya, ada sebuah pabrik di dalam sel yang membuat banyak jenis produk, dan juga merakit robot dan mesin yang melaksanakan produksi ini. Pertanyaan bagaimana sistem ini – yang tidak akan berguna jika ada kerusakan kecil di mekanismenya yang mana pun – bermula, itu saja sudah cukup untuk menghancurkan teori evolusi.Evolusionis Jerman Douglas R. Hofstadler, menyatakan keputusasaannya di hadapan pertanyaan ini:

“Bagaimana Kode Genetik, juga mekanisme untuk penerjemahannya (ribosom dan molekul RNA) berawal?” Untuk saat ini, kita terpaksa harus puas dengan rasa takjub dan terpesona, dan bukan dengan sebuah jawaban.

Pemuka evolusionis lainnya, ahli biologi molekuler terkenal di dunia, Leslie Orgel, lebih terbuka tentang hal ini:
Sangat tidak mungkin bahwa protein dan asam nukleat, yang masing-masingnya memiliki struktur yang kompleks, muncul secara spontan pada tempat yang sama secara bersamaan. Tetapi tidak mungkin pula ada salah satu tanpa yang lainnya. Karena itu, pada sekilas pandangan pertama, SESEORANG MUNGKIN HARUS MENYATAKAN BAHWA SESUNGGUHNYA KEHIDUPAN TIDAK DAPAT BERASAL MULA SECARA KIMIAWI.

Mengatakan bahwa “kehidupan tidak mungkin pernah berasal mula secara kimiawi” sama dengan mengatakan bahwa “kehidupan tidak pernah dapat berasal mula dengan sendirinya”. Pengakuan atas kebenaran pernyataan ini menghasilkan kesadaran bahwa kehidupan diciptakan secara sadar. Namun karena alasan-alasan ideologis, para evolusionis tidak mengakui fakta, bukti nyata yang ada di depan mata mereka ini. Untuk menghindar dari mengakui keberadaan Tuhan, mereka mempercayai skenario tidak masuk akal, yaitu kemustahilan yang juga mereka yakini.Dalam bukunya “Evolution: A Theory in Crisis”, yang membahas ketidakabsahan teori evolusi, seorang ahli biologi molekuler terkenal, Prof. Michael Denton, mengungkapkan kepercayaan tidak masuk akal para Darwinis:

Bagi mereka yang skeptis, gagasan bahwa program genetis organisme tingkat tinggi hampir sama dengan ribuan juta bit informasi, yang ekivalen dengan urutan huruf dalam seribu jilid buku yang memuat beribu-ribu algoritma rumit dalam bentuk kode yang mengendalikan, menentukan dan mengatur pertumbuhan dan perkembangan bermiliar-miliar sel organisme kompleks, murni dihasilkan oleh sebuah proses acak, benar-benar MELECEHKAN AKAL MANUSIA. AKAN TETAPI, GAGASAN TERSEBUT DITERIMA DARWINIS TANPA SEDIKIT PUN KERAGUAN — PARADIGMA INI JUSTRU DIUTAMAKAN!

Memang, Darwinisme tidak lain dari kepercayaan yang sepenuhnya tidak masuk akal dan bersifat takhyul. Siapa pun yang berakal sehat akan melihat bukti dari fakta besar itu dengan memperhatikan DNA, atau bagian lain dari alam semesta. Manusia dan semua makhluk hidup diciptakan oleh Allah, Yang Mahakuasa, Rabb dari semesta alam.